1. Alkohol
· Metanol
Dalam
industri metanol diubah menjadi formaldehid atau digunakan untuk
mensintesa bahan kimia lain. Metanol digunakan sebagai pelarut dan
sebagai bahan bakar bersih. Metanol mungkin juga mempunyai kegunaan baru
dalam bidang pertanian.
Pada
awal tahun 1990-an Arthur Nonomura, seorang ilmuan yang menjadi petani,
menemukan bahwa dalam kondisi panas menyemprotkan larutan cairan
metanol pada beberapa tumbuhan dapat menggandakan tingkat pertumbuhannya
dan mengurangi kebutuhan air hingga separuhnya. Nonomura menyadari
bahwa pada saat-saat panas dipertanian beberapa tumbuhan menjadi layu.
Berdasarkan risetnya sebagai ilmuwan ia menyemprot beberapa tumbuhan
dengan larutan metanol yang sangat encer.
Tumbuhan
yang disemprot tidak lagi layu dan tumbuh lebih besar pada tingkat yang
lebih cepat daripada tumbuhan yang tidak disemprot. Akan tetapi metanol
akan efektif dalam kondisi panas atau terkena sinar matahari dan untuk
tumbuhan kapas, gandum, strawberi, melon dan mawar.
Kegunaanya
dapat terlihat jelas, hasil tanaman lebih banyak dan lebih cepat,
penggunaan air lebih efisien, dan tidak diperlukannya pestisida.
Tidak
seperti alkohol pada minuman, metanol tetap beracun meskipun dalam
jumlah kecil. Gejala keracunan metanol adalah kebutaan karena metanol
menyerang syaraf penglihatan; juga dapat berakibat kematian.
· Etanol
Pada
kebanyakan orang dewasa metabolisme tubuh dapat mencerna sejumlah kecil
etanol dengan tingkat keracunan yang rendah. Etil alcohol pada umumnya
disebut alkohol padi-padian atau alkohol minuman karena dapat dihasilkan
dari fermentasi gula alam dan tepung yang dihidrolisa yang terdapat
pada anggur dan padi-padian.
Seseorang
dengan konsentrasi alkohol dalam darahnya mencapai 0,3% jelas terlihat
mabuk; mereka yang mencapai 0,4% tidak sadar atau tidak mampu merespon
tindakan; dan konsentrasi 0,5% - 1% dapat menyebabkan koma maupun
kematian.
Pada
orang yang kecanduan alkohol kemungkinan hidup berkurang 10 hingga 15
tahun karena kerusakan hati dan penyakit jantung dan pembuluh darah,
khususnya jika mereka merokok. Hal ini merupakan karena pelarut organik
yang baik, etanol mudah menembus pembatas darah otak dan membran
plasenta, sehingga membahayakan janin pada ibu hamil. Gejala Fetal
Alcohol Syndrome (FAS)/ sindrom pada janin meliputi sumbing pada wajah,
ukuran otak di bawah normal, kesulitan pemahaman, dan perkembangan fisik
yang terbelakang.
Etanol
mempunyai banyak kegunaan lainnya, sebagai pelarut (vanilla atau
ekstrak lain di rumah seringkali larutan etanol) dan antiseptik (pencuci
mulut mengandung alkohol 5% - 30%). Etil alkohol yang dihasilkan untuk
kegunaan selain konsumsi manusia diubah sifatnya dengan menambahkan
metil dan isopropil alkohol dan tidak untuk minuman. Untuk tujuan
komersial, bahan ini biasanya dihasilkan dari hidrasi etana.
Etanol
dapat ditambahkan ke dalam bensin sebagai pengganti MTBE (methyl
tertiary buthyl ether) yang sulit didegradasi sehingga mencemari
lingkungan. Bensin yang ditambah etanol efisiensi pembakarannya
meningkat sehingga pembakarannya. Akibatnya akan mengurangi tingkat
pencemaran udara. Campuran bensin-etanol biasa diberi nama gasohol.
Gasohol E10 artinya campuran 10% etanol dan 90% bensin, gasohol dapat
digunakan pada semua tipe mobil yang menggunakan bahan bakar bensin.
· Spiritus
Spiritus
merupakan salah satu jenis alkohol yang banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari sebagai bahan bakar lampu spiritus (pembakar
spiritus) dan untuk menyalakan lampu petromak. Di laboratorium pembakar
spiritus digunakan untuk uji nyala. Pembakar spiritus juga digunakan
untuk proses sterilisasi di laboratorium mikrobiologi. Spiritus bersifat
racun, karena adanya kandungan metanol didalamnya. Bahan utama spiritus
adalah etanol dan bahan tambahan terdiri dari metanol, benzena dan
piridin.
· Glikol
Alkohol
sederhana yang selama ini kita temui masing-masing hanya mengandung
satu gugus hidroksil (-OH). Ini disebut alkohol monohidrat. Beberapa
alkohol penting mengandung lebih dari satu gugus hidroksil tiap molekul.
Ini disebut alkohol polihidrat. Alkohol yang mempunyai dua gugus
hidroksil disebut alkohol dihidrat, dan yang mempunyai tiga gugus
hidroksil disebut alkohol trihidrat.
Alkohol
dihidrat sering disebut glikol. Yang paling penting dari jenis ini
adalah etilen glikol. Nama IUPAC dari etilen glikol adalah
1,2-etanadiol. Senyawa ini merupakan bahan utama pada campuran antibeku
permanen untuk radiator kendaraan bermotor.
Etilen
glikol adalah cairan yang manis, tak berwarna dan agak lengket. Karena
keberadaan dua gugus hidroksil, maka ikatan intermolekul hidrogen
menjadi lebih besar. Oleh sebab itu etilenglikol mempunyai titik didih
yang tinggi (198oC) dan tidak menguap jika dipakai sebagai
anti beku. Etilen gikol juga mudah bercampur dengan air. Suatu larutan
60% etilen glikol dalam air tidak membeku sampai suhunya turun hingga
-49oC . Etilen glikol juga digunakan pada pembuatan fiber poliester
(dacron) dan film magnetik (mylar) yang digunakan untuk pita pada kaset
dan komputer,
Etilen
glikol agak beracun. Seperti halnya metanol, tingkat keracunannya
dikarenakan proses metabolisme dalam tubuh. Enzim hati mengoksidasi
etilen glikol menjadi asam oksalat.
Senyawa ini akan mengkristal dalam hati sebagai kalsium oksalat (CaC2O4) yang dapat merusak ginjal.
· Gliserol
Gliserol
juga disebut gliserin, merupakan salah satu senyawa alkohol trihidrat.
Gliserol berbentuk cairan manis seperti sirup. karena tidak beracun,
gliserol merupakan hasil dari hidrolisa lemak dan minyak Gliserol
digunakan secara luas dalam bidang industri meliputi:
1. Pembuatan lotion tangan dan kosmetik.
2. Bahan tambahan dalam tinta.
3. Penganti pencahar gliserol.
4. Bahan pemanis dan pelarut pada obat-obatan.
5. Pelumas.
6. Bahan dasar dalam produksi plasik, pelapis permukaan dan fiber sintetik.
7. Bahan baku nitrogliserin.
2. Eter
· Dietil eter
Dietil
eter digunakan secara luas sebagai obat bius sejak tahun 1842. Tetapi
sekarang jarang digunakan sebagai obat bius untuk manusia
karenamempunyai efek samping seperti: rasa sakit setelah pembiusan dan
muntahmuntah. Sekarang terdapat banyak obat bius yang digunakan termasuk
golongan eter. Metil propil eter dan metoksi fluorin merupakan obat
bius yang dikenal sebagai neotil dan pentrene.
Dietil
eter banyak digunakan sebagai pelarut, karena dapat melarutkan banyak
senyawa organik yang tidak larut dalam air. Titik didih dietil eter 36oC, ini berarti dietil eter adalah zat yang mudah menguap. Keadaan ini akan memudahkan memperoleh kembali zat terlarut.
Eter
yang diproduksi dalam jumlah besar akhir-akhir ini adalah metal
tetra-butil eter (MTBE) Zat tersebut ditambahkan dalam bensin untuk
mengurangi emisi karbon monoksida dan menggantikan tetra etil lead (TEL)
sebagai zat anti knoking.
Eter
yang juga diproduksi dalam jumlah yang besar etilen oksida.
Inimerupakan siklo eter dengan dua atom karbon dan satu atom oksigen
yang membentuk cincin dengan tiga anggota. Etilen oksida merupakan gas
beracun, lebih dari 60 % nya digunakan untuk membuat etilen glikol.
Etilen
glikol digunakan untuk mensterilkan alat-ala kesehatan. Sebagian besar
etilen glikol digunakan dalam pembuatan fiber poliester dan zat anti
beku.
3. Aldehid
Penggunaan
terbesar formaldehid adalah sebagai pereaksi untuk penyiapan senyawa
organik lain dan untuk pembuatan polimer seperti Bakelit, Formika, dan
Melmac. Formaldehid dapat mengubah sifat protein, sehingga protein tidak
dapat larut dalam air dan tahan terhadap bakteri pembusuk. Alasan
inilah yang menyebabkan formaldehid digunakan pada larutan pembalsem dan
pengawet spesimen biologis. Formalin juga digunakan sebagai antiseptik
di rumah sakit untuk mensterilkan sarung tangan dan peralatan bedah.
Akan tetapi penggunaan formaldehid sebagai antiseptik, pengawet dan
cairan pembalsem menurun akhir-akhir ini karena zat ini dicurigai
bersifat karsinogenik.
Formaldehid
terdapat pada asap kayu. Karena mampu membunuh bakteri, zat ini
merupakan senyawa yang bertindak sebagai pengawet pada makanan yang
diasapkan.
Formalin
banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan seperti tahu dan bakso.
Konsumsi formalin yang terus menerus akan merusakjaringan tubuh.
Asetaldehid
merupakan cairan tak berwarna yang sangat mudah menguap. Zat ini dibuat
dengan mengoksidasi etil alkohol dengan katalis (Ag) atau oksidasi
etilen dengan katalis (PdCl2). Zat ini merupakan bahan awal untuk
penyiapan berbagai senyawa organik lain, seperti asam asetat, etil
asetat, dan kloral. Asetaldehid dibentuk sebagai metabolit dalam
fermentasi gula dan dalam detoksifikasi alkohol dalam hati.
4. Keton
Aseton
adalah keton yang paling sederhana dan penting. Zat ini dihasilkan
dalam jumlah besar dengan mengoksidasi isopropil alkohol dengan katalis
(Ag). Karena larut sempurna dalam air dan kebanyakan pelarut organik,
aseton utamanya digunakan pelarut industri (misalnya, untuk cat dan
pernis). Zat ini merupakan bahan utama (terkadang bahan satu-satunya)
pada beberapa merek penghapus cat kuku. Aseton juga merupakan bahan yang
penting pada pembuatan kloroform, iodoform, pewarna, methacrylat, dan
banyak senyawa organik kompleks yang lain.
Aseton
dibentuk dalam tubuh manusia sebagai hasil samping metabolisme lipid.
Secara normal zat ini tidak sampai tertimbun karena dioksidasi menjadi
karbondioksida dan air. Konsentrasi normal aseton dalam tubuh manusia
kurang dari 1 mg/100 mL darah. Dalam kasus ketidaknormalan seperti
diabetes mellitus, konsentrasi aseton melebihi tingkat tersebut.
Kemudian zat ini dikeluarkan dalam air seni, sehingga mudah untuk
dideteksi. Pada kasus yang parah, baunya dapat diketahui dari nafas
penderita.
Banyak
zat yang biasa dilihat mengandung aldehid dan keton sebagaibahan aktif.
Bau sayuran hijau sebagian karena adanya senyawa karbonat:
cis-3-hexenal. Senyawa trans-2-cis-6-nonadienal mempunyai bau mentimun.
Senyawa tersebut dan senyawa karbonat lain memberikan bau tumbuhtumbuhan
hijau pada sampo dan kosmetik lain.
5. Asam Karboksilat
· Asam Asetat
Asam
asetat (Asam etanoat) merupakan asam karboksilat yang paling penting.
Zat ini dihasilkan secara industri dengan mengoksidasi asetaldehid,
bahan mentah yang didapat dari oksidasi etanol atau hidrasi asetilen.
Asam asetat juga dibentuk dalam cuka, ketika bakteri acetobacter
mengoksidasi etanol. Cuka pasar yang mengandung sekitar 5 persen asam
asetat dalam air, telah digunakan selama berabad-abad untuk menyedapkan
makanan. Orang pertama yang mensintesa asam asetat langsung dari unsur
kimia adalah Adoph Kolbe (Jerman, 1818-84) pada tahun 1845. Asam asetat
digunakan pada pembuatan selulosa asetat, vinil asetat, obat-obataan,
pewarna, insektisida, bahan kimia fotografi, dan pengawet makanan.
· Asam Format
Nama
asam format ( asam metanoat) didapat dari Bahasa Latin untuk kata
formica yang berarti semut. Asam ini diisolasikan dari hasil distilasi
pemecahan pada semut. Sengatan pada gigitan semut disebabkan karena
adanya asam format. Asam ini merangsang ujung syaraf perasa sakit pada
tubuh kita dengan jalan merendahkan pH di sekelilingnya. Daerah yang
terkena gigitan akan membengkak karena mengalirnya air untuk melarutkan
asam format tersebut sehingga pH bertambah. Karena sengatan tersebut
adalah asam, perawatan yang terbaik adalah menggunakan basa sedang
seperti baking soda/soda kue (NaHCO3). Semut dan serangga lain sering
mengeluarkan bahan kimia lain jika mereka menggigit dan menyebabkan
reaksi alergi yang parah pada beberapa orang.
Botol-botol
asam format diberi peringatan “Hindari kontak dengan kulit” karena asam
ini bersifat korosif pada kulit dan jaringan tubuh. Meskipun demikian
asam format dimanfaatkan pada pembuatan pewarna, insektisida, parfum,
obat-obatan dan plastik.
6. Ester
Beberapa
senyawa ester mempunyai aroma buah-buahan seperti apel (metil butirat),
aroma pisang (amil asetat), aroma nanas (etil butirat) dan masih banyak
lagi. Dengan prinsip reaksi esterifikasi tersebut dapat dibuat aroma
buah-buahan tiruan. Jadi rasa dan aroma buah-buahan yang terdapat pada
makanan seperti permen, sirup dapat digantikan dengan senyawa ester.
Ester
tidak hanya penting untuk kosmetik dan penambah rasa, tapi juga untuk
penerapan lain. Beeswax, campuran ester seperti C25H51COO– C30H61, dan
dan Carnauba wax, ester lain, digunakan pada cat/pelapis mobil dan
mebelair. Lemak dan minyak (bukan minyak tanah) merupakan ester dari
gliserol dengan asam-asam lemak; ini penting bagi makanan kita.
Ester-ester aspirin dan metil salisilat digunakan dalam pengobatan
sebagai analgesik dan anti-peradangan. Metil salisilat, juga disebut
minyak wintergreen, merupakan bahan utama rasa/bau wintergreen. Etil
asetat digunakan sebagai penghapus cat kuku/kutek.
Beberapa Ester dan Aromanya
SOURCE AND THANKS TO : http://sobatkimia99.blogspot.com/2011/05/kegunaan-dan-dampak-dari-penggunaan.html
Ester
|
Aroma
|
Etil format
|
Rum
|
Propil asetat
|
Buah pir
|
Isopentil asetat
|
Pisang
|
n-Oktil asetat
|
Jeruk manis
|
Metil butirat
|
Apel
|
Etil butirat
|
Nenas
|
Metil salisilat
|
Sarsaparila
|







